Tampilkan postingan dengan label Dasar Kontrol Otomatis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dasar Kontrol Otomatis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Oktober 2020

Ringkasan Pengertian Transducer, Jenis-jenis Transducer dan Contoh Transducer

    Selamat Pagi Sahabat SITROTIS (Sistem Kontrol Otomatis) Blog. Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga dalam keadaan sehat. Aamiin.

    Pada kesempatan yang baik ini saya akan menjelaskan tentang dasar elektro kembali dan materi ini juga masuk ke dasar teknik telekomunikasi. Oke kita langsung saja ke pembahasan yang saya bahas di bawah ini:

 

TRANSDUCER (TRANSDUSER)

 

Contoh Aplikasi Transducer

Gambar 1. Contoh Output Transduser / Transducer

     Transducer atau dikenal dengan transduser dapat di artikan dengan mengubah sesuatu ke bentuk sesuatu. Definisi detailnya, Transduser adalah suatu alat yang mengubah bentuk energi ke energi lainnya. Contoh bentuk dari energi adalah energi elektromagnetik, energi listrik, energi cahaya, energi bunyi, energi panas, dan energi mekanikal. Nah, inti dari transduser adalah alat yang bisa mengkonversi energi ke suatu energi yang lainnya.

     Transduser mempunyai dua jenis antara lain adalah Transduser Input dan Transduser Output.  Dibawah ini merupagam gambar dari blog diagram sederhana dari transduser yang bisa mengubah suatu besaran ke besaran lain dan sebaliknya

Gambar 2. Transduser pengalih besaran

     Pada Tabel 1. menyebutkan contoh-contoh transduser beserta keterangan energi yang dirubah antara lain: 

Tabel 1. Contoh Transduser beserta keterangan

No. 
Contoh Transducer Keterangan
1. Loudspeaker
Besaran listrik besaran akustik
2. Tabung Sinar Katoda
Besaran listrik besaran gambar
3. Mikrofon
Besaran akustik besaran listrik
4. Fotosel
Besaran cahaya besaran listrik
    Berdasarkan contoh transduser diatas maka disini saya akan membahas secara gamblang berdasarkan contoh pada tabel 1.
 

a. Loudspeaker

    Loudspeaker adalah hasil proses transducer dari energi listrik ke energi akustik. Cara kerja dari loudspeaker dibagi menjadi dua macam antara lain.

  • Loudspeaker meradiasi secara langsung / direct radiated loudspeaker
  • Loudspeaker radiasi tidak langsung / loudspeaker corong/ hirnloedspeaker  

 

1. Cara kerja direct radiated loudspeaker


Gambar 3. Bagan Loudspeaker Radiasi Langsung


    Pada Gambar 3. di atas merupakan bagan dari suatu loudspeaker radiasi langsung antara lain.

1. Celah udara sebagai sirkulasi
2. Kumparan
3. Inti kumparan dari bahan ferromaknetis
4. Armatur besi lunak
5. Membran yang menempel pada armatur


   Cara kerja:

  Arus iac yang berasal dari output Audio Amplifier lalu dialirkan melalui kumparan sehingga membangkitkan fluks maknet .m yang besarnya tergantung jumlah lilitan serta bahan inti dari kumparan tersebut. Selanjutnya fluks maknet .m menyebabkan timbulnya medan magnet Em dan gaya magnet Fm besarnya tergantung dari besarnya .m tersebut.

   Gaya maknit Fm akan menarik armatur untuk mendekat misalnya sejauh .x, dan nilai .x ini sebanding dengan .m . Karena arus iac yang mengalir adalah arus bolak balik, maka nilai .x bisa positip atau negatip, dalam arti bahwa armatur tersebut bisa bergerak mendekat atau menjauh.

   Perobahan posisi armatur yang secara bergantian mendekat dan menjauh tersebut berlangsung dengan kecepatan sesuai frekuensi arus yang masuk (100-10.000 Hz untuk musik). Karena membran menempel padanya, maka gerakan ini akan diikuti pula oleh membran, dikatakan membran bergetar. Getaran membran akan membangkitkan suara yang merupakan besaran akustik.


2. Cara kerja loudspeaker radiasi tak langsung (Horn loudspeaker)

 


Gambar 4. Bagan Horn Loudspeaker


   Pada Gambar 4. di atas adalah bagan dari loudspeaker radiasi tak langsung (Horn Loudspeaker) terdiri dari.

1. Celah udara untuk sirkulasi
2. Kumparan
3. Inti kumparan dari bahan ferromaknetis
4. Armatur besi lunak
5. Membran yang menempel pada armatur


    Cara kerjanya:

    Cara kerja pada Loudspeaker Radiasi Tak Langsung mirip dengan Loudspeaker Radiasi Langsung, Tetapi pada Loudspeaker Radiasi Tak Langsung ini lebih ke bentuk corong/horn yang panjang, sehingga getaran membran tidak secara langsung diradiasi.


b. Tabung Sinar Katoda

   Tabung sinar katoda adalah tabung vakum yang didalamnya bisa mengamati elektron. Pada Gambar 5 di sebutkan bagian-bagian dari tabung sinar katoda

Gambar 5. Tabung Sinar Katoda
 

   Bagian-bagian dari tabung katoda antara lain:

1. Flamen
2. Katoda belapis bahan elektron
3. Control Grid
4. Andoda 1:pemberkas
5. Anoda 2: pemercepat
6. Pelat defleksi vertikal
7. Pelat defleksi horizontal
8. Lapisan fluorescent
9. Layar monitor (permukaan layar monitor melengkung)
10. Titik P : Titik tumbukan berkas elektron pada layar
 

    Cara Kerja: Ketika katoda dipanaskan dengan flamen. Maka dari permukaannya akan ditembakkan atau diradiasikan elektron dengan jumlah yang besar. Kontrol Grid tugasnya mengatur arah radiasi elektron-elektron menuju kesatu arah hingga elektron-elektron menuju ke anoda. Ketika elektron-elektron melewati anoda, pemberkas elektron-elektron membentuk suatu berkas yang sempit. Penyempitan terjadi pada pemberkas dengan bantuan dua pasang pelat paralel yang dipasang tegangan sampai timbul medan magnet. Arah medan magnet dari kutub positif ke negatif, lalu medan magnet akan menekan atau menjepit berkas elektron yang melalui sehingga berkas membentuk dengan sangat sempit. Pelat anoda pemercepat akan membuat pacuan elektron dengan kecepatan yang tinggi. Pelat defleksi vertikal ini membuat berkas elektron merambat diantara 2 pelat defleksi vertika; yang terdiri dari 2 pelat paralel.

   Pada Gambar 6 di bawah ini merupakan gambaran kerja anoda dan pelat defleksi.

Gambar 6. Gambaran anoda dan pelat defleksi

 

c. Mikrofon

    Mikrofon adalah salah satu jenis transducer yang mengubah dari gelombang suara (akustik) menjadi listrik. 

     Pada sudut peninjauan gejala fisis dibagi menjadi 3 antara lain: Mikrofon arang: Mikrofon bekerja berdasarkan perubahan resistansi R, Mikrofon elektrodinamis: Mikrofon yang bekerja berdasarkan perubahan induktansi L dan Mikrofon kondensator: mikrofon yang bekerja berdasarkan perubahan kapasitor C. 

    Mikrofon kalau dilihat pada sudut peninjauan diagram arah dibagi menjadi 3 antara lain: Mikrofon Non Directional: Mikrofon yang mempunyai kepekaan penerimaan sama dari segala arah, Mikrofon Uni Directional: Mikrofon yang kepekaan penerimaan maksimum dari arah tertentu dan Mikrofon Bi Directional: Mikrofon mempunyai kepekaan penerimaannya maksimum dari 2 arah tertentu. 

    Mikrofon dari sudut tekanan getaran antara lain Mikrofon tekanan dan mikrofon beda tekanan. Pada Gambar 7. di bawah ini merupakan bagan dari mikrofon.

Gambar 7. Bagan Mikrofon

    Bagian-bagian dari mikrofon

1. Serbuk arang dengan tahanan Ro
2. Membran
3. Daya suara yang datang pada membran.
 

    Cara kerjanya: Pada kotak bagian mikrofon berisi serbuk arang dan pada permukaannya berupa memban. Daya suara (akustik) datang pada membran lalu menekan membran sampai membran melengkung ke dalam, bentuk besarnya kelengkungan tergantung pada besarnya tekanan daya akustik yang datang. Akibatnya serbuk arang dalam kotak akan menekan dan merapat yang mengakibatkan elektron-elektron dalam atomnya akan lebih mudah berpindah dan tahanan Ro akan turun. Jika tahanan Ro naik maka lengkungan ke dalam akan diikuti oleh lengkungan keluar sehingga berakibat serbuk akan merenggang. Naik turunnya tahanan serbuk Ro ini ditandai dengan merapat-merenggangnya serbuk arang.


d. Foto Sel

     Foto Sel merupakan suatu jenis ransducer yang merubah besaran cahaya menjadi listrik. Pada Gambar 8. merupakan bagan dari foto sel.

Gambar 8. Bagan Foto Sel

    Cara kerja: Pada berkas cahaya yang datang pada katoda akan memanaskan katoda tersebut sehingga elektron yang terdapat pada permukaan katoda akan teradiasi

   Contoh pada foto sel salah satunya adalah kamera tv yaitu mengubah besaran gambar menjadi listrik. 


Sumber: PPT bapak Untung Samodro,ST, Mpd.


    Terima kasih banyak untuk kalian yang sudah membaca pembahasan tentang transduser. Ini adalah ilmu paling dasar tetapi, kadang banyak dilupakan. Semangat Belajar buat kamu yang belajar hanya dirumah saja.

Read More

Jumat, 14 Agustus 2020

Tutorial TIA Software Yang Paling Mudah Untuk Membuat Program Ladder Pemula

    Selamat siang sahabat SITROTIS (Sistem Kontrol Otomatis) Blog. Pada kesempatan yang baik ini saya akan membahas tentang bagaimana tutorial bikin diagram ladder PLC sederhana saja menggunakan TIA Portal versi 13. Dibawah ini saya akan membahasnya dengan mudah. Supaya belajar kalian menjadi mudah. Sebelumnya tutorial ini saya mengacu pada e-book modul 3 yang berjudul "Pemrograman Ladder, Penglamatan dan Akses Digital I/O Pada PLC Siemens CPU1215C AC/DC/Relay". Saya bakalan ulas selengkapnya dibawah ini.

Tutorial Software Yang Paling Mudah Untuk Membuat Program Ladder Pemula TIA (Totally Integrated Automation) Portal Versi 13 Siemens


Gambar 1. Tampilan Tia Portal V13

   TIA Portal (versi 13) merupakan software yang digunakan untuk membuat program (LAD, STL maupun FBD) untuk PLC buatan Siemens. Selain itu draf terintegrasi pada TIA Portal melangsungkan programmer PLC bisa sekaligus bikin aplikasi HMI/SCADA (Human Machine Interface/Supervisory Control and Data Acquisition), ditambah lagi berbagai fungsi yang berkaitan dengan otomasi industri.
  TIA Portal dijalankan pada komputer pengguna yang dikenal user. Diagram tangga yang sudah selesai dibikin bisa disimulasikan dengan aplikasi PLC-SIM maupun bisa langsung di download ke PLC. Software TIA Portal yang ada di komputer terhubung ke PLC melalui kabel ethernet, meskipun dapat pula terhubung secara wireless.
   Setelah software TIA Portal terinstall pada komputer, pengguna bisa segera memulai untuk bikin project baru untuk menuliskan diagram tangga. Berikut step by step untuk membuat project baru:
  • Klik shotcut TIA Portal pada desktop
  • Setelah halaman muka TIA Portal terbuka, pilih → Create new project → startup → Create. Beri nama, lokasi dan deskripsi project tersebut, seperti pada Gambar 2.
Gambar 2. Halaman muka TIA Portal untuk membuat project baru
  • Setelah project dibuat, lanjutkan ke First steps → Configure a device.
  • Klik Pilih perangkat (PLC/HMI/PC System) yang sesuai keinginan seperti pada Gambar 3.  Contoh, untuk menambah PLC CPU1215C bisa dilakukan step berikut Add new device → Controllers → Simatic S7-1200 → CPU → CPU1215C AC/DC/Relay→ 6ES7 215-1BG31-0XB0 → Insert
  
Gambar 3. add new device
  •  Sekarang, tampilan TIA Portal akan otomatis berubah ke project view dengan layar hardware /device configuration seperti pada Gambar 4.
  •  Pada Halaman ini, jika diperlukan modul lainnya dapat ditambahkan melalui hardware catalog (di bagian kanan layar)
  • Pada “Properties” PLC (bagian bawah gambar PLC) terdapat banyak item mengenai fitur-fitur PLC yang dapat dilihat termasuk:
          - PROFINET Interface – pengaturan komunikasi seperti alamat IP
          - DI 14/DQ 10 – pengaturan digital I/O termasuk pengalamatan
          - AI 2/AQ 2 – pengaturan analog I/O termasuk pengalamatan
          - High Speed Counter
          - Pulse Generator/PWM
          - Web Server Halaman
Gambar 4. Halaman Device Configuration
  • Setelah itu, user dapat mulai membuat program diagram tangga dengan terlebih dahulu membuat blok baru. Pada panel dibagian kiri (Project Tree) → PLC_1 → Program Blocks → Add new Blocks akan menampilkan jendela Add New Block, pilih blok yang diinginkan. Contoh pada Gambar 5. Menambahkan blok Function baru dengan nama Block_1 dengan pilihan Language LAD (program PLC akan ditulis menggunakan diagram tangga). Blok yang sudah di add akan tampil pada panel Project Tree dibagian Program Blocks.
Gambar 5. Membuat blok baru
  • Kemudian klik ganda pada blok baru di Project Tree. TIA Portal akan membuka halaman baru berupa layar kerja tempat user menuliskan diagram tangga. Lihat Gambar 6.
  • Perintah-perintah diagram tangga terletak pada panel bagian sebelah kanan, user tinggal drag and drop pada perintah yang diinginkan ke layar kerja
  • Variabel lokal bisa dideklarasikan melalui panel diatas layar kerja utama.
Gambar 6. Layar kerja
  • Tag/label/variabel dituliskan diatas instruksi dan dapat langsung didefinisikan dengan meng-klik kanan nama tag → define tag → akan muncul jendela untuk mendefinisikan tag meliputi jenis tag (section tag), alamat, tipe data dan lainnya. Bisa dilihat pada gambar 7.
Gambar 7. Mendefiniskan sebuah tag
  •  Setelah program selesai dibuat, user dapat mengecek program apakah terjadi kesalahan seperti instruksi yang tidak lengkap, dengan meng-klik icon Compile pada menu bar bagian atas dari layar kerja. Bisa dilihat pada Gambar 8.
Gambar 8. Compile
  • Setelah tidak ditemukan kesalahan, program dapat di-download ke PLC dengan menekan icon Download to Device pada menu bar. Pastikan komputer yang sudah terinstall TIA Portal memiliki alamat IP yang sekelas dengan IP PLC. (Gambar 9) 
Gambar 9. Download to device
  • User dapat mengamati kondisi status tag dengan meng-online-kan TIA Portal dengan PLC serta menekan icon Monitoring On/Off. (Gambar 10)
Gambar 10. Online dan monitoring

Section dan Nama Tag


    Ketika user mendeskripsikan tag/label/variabel baru maka akan diberi beberapa pilihan yang ditunjukkan pada menu Section. Pengertian section sama dengan cakupan tag tersebut bisa dikenali. Pilihan pada section adalah:
  • Local Temp: tag penyimpan sementara bersifat lokal (hanya dikenal oleh program dalam blok tempat tag tersebut didefinisikan)
  • Local InOut: tag penyimpan data yang dapat berfungsi sebagai input maupun output, yang bersifat lokal (hanya dikenal oleh program dalam alur tempat tag tersebut didefinisikan)
  •  Local Out: sebagai keluaran yang bersifat lokal
  •  Local In: sebagai masukan yang bersifat lokal
  •  Global Memory: tag/variabel global yang dapat diakses/dikenali program di blok manapun
  •  Global Input: tag masukan bersifat global
  •  Global Ouput: tag keluaran bersifat global
    Pemilihan nama tag/variabel harus memenuhi syarat sebagai berikut:
  • Huruf, angka, karakter khusus diperbolehkan
  • Tanda petik tidak diperbolehkan

 

Tipe Data


Tipe data yang kompatibel dengan PLC seri S7-1200 (termasuk CPU1215C) ditunjukkan pada Tabel 1.

Tabel 1. Tipe Data PLC S7-1200
Tipe Data Panjang
BOOL 1 bit
SINT 1 byte
INT 2 bytes
DINT 4 bytes
USINT 1 byte
UINT 2 byte
UDINT 4 bytes
REAL 4 bytes
LREAL 8 bytes
TIME 4 bytes
DATE 2 bytes
DTL 12 byte
8 bytes
TIME_OF_DAY, TOD 4 bytes
STRING (2+n) bytes, n = 0 to 254
WSTRING (4+2*n) bytes, n = 0 to 254
(4+2*n) bytes, n = 0 to 4094
(4+2*n) bytes, n = 0 to 65534
CHAR 1 byte
Array of CHAR ----
BYTE 1 byte
WORD 2 bytes
DWORD 4 bytes
LDT 8 bytes
DATE_AND_TIME 8 bytes

Pengalamatan tag


    Penulisan alamat tag bisa mencontoh aturan pada Tabel 2 dibawah ini yang merupakan contoh untuk tag memory global bertipe data byte dapat dialamati dengan %MB 10, penjelasannya M memberitahukan sebuah tag yang menuju pada memori dengan tipe data byte beralamatkan 10.

Tabel 2. Pengalamatan Tag
Area Operand
(mnemonik international)
Deskripsi Tipe data Format
(diawali %)
Area Alamat
(S7-1200)
I Input bit BOOL I x.y 0.0..1023.7
I Input (64-bit) LWORD, LINT, ULINT, LTIME, LTOD, LDT, LREAL, PLC, data type I x.0 -
IB Input byte BYTE, CHAR, SINT, USINT, PLC data type IB x 0..1023
IW Input word WORD, INT, UINT, DATE, S5TIME, PLC data type IW x 0..1022
ID Input double word DWORD, DINT, UDINT, REAL, TIME, TOD, PLC data type ID x 0..1020
Q Output bit BOOL Q x.y 0.0..1023.7
Q Output (64-bit) LWORD, LINT, ULINT, LTIME, LTOD, LDT, LREAL, PLC data type Q x.0 -
QB Output byte BYTE, CHAR, SINT, USINT, PLC data type QB x 0..1023
QW Output word WORD, INT, UINT, DATE, S5TIME, PLC data type QW x 0..1022
QD Output double word DWORD, DINT, UDINT, REAL, TIME, TOD, PLC data type QD x 0..1020
M Memory bit BOOL M x.y 0.0..8191.7
M Bit memory (64-bit) LREAL M x.0 0.0..8184.0
IB Input byte BYTE, CHAR, SINT, USINT, PLC data type IB x 0..1023
M IBit memory (64-bit) LWORD, LINT, ULINT, LTIME, LTOD, LDT M x.0 -
MB Memory byte BYTE, CHAR, SINT, USINT MB x 0..8191
MW Input byte WORD, INT, UINT, DATE, S5TIME MW x 0..8190
MD Memory double word DWORD, DINT, UDINT, REAL, TIME, TOD MD x 0..8188
T Time function (for S7-300/400 only) Timer T n -
C Counter function (for S7-300/400 only) Counter Z n
C n
-


Komunikasi PLC dengan TIA Portal pada Komputer (PC/Laptop)


   Ketika sedang memprogram PLC melalui TIA Portal pada komputer membutuhkan koneksi TCP/IP. Supaya komputer dan PLC dapat saling berkomunikasi, kedua perangkat tersebut harus memiliki alamat IP yang sesuai.

Mengatur Alamat IP Komputer
  • Buka properti local area network (LAN) melalui → Start → Settings → System control → Network connections → Local Area Connection → Properties (lihat Gambar 11.)
Gambar 11. Properti LAN
  • Pilih properti dari “Internet Protocol (TCP/IP)” melalui → Internet Protocol (TCP/IP) → Properties
  • Setelah muncul jendela “Internet Protocol (TCP/IP) pilihlah “Use the following IP address”. Set “IP Address” dan “Subnet Mask” kemudian tekan “OK”. Gunakan alamat IP: 192.168.0.99 dan Subnet mask: 255.255.255.0 (lihat Gambar 12.)
Gambar 12. Properti TCP/IP

Kebutuhan Peralatan

  •  Modul Power Supply – satu buah
  •  Modul Push Button – satu buah
  •  Modul Lampu (merah, kuning, hijau) – satu buah
  •  Modul Kontaktor – dua buah
  •  Motor AC 1 phase – satu buah
  •  Modul Sensor Fotoelektrik (Omron E3F3-R61) – satu buah
  •  PLC Siemens CPU-1215C (tipe AC/DC/Relay) – satu unit
  •  Komputer dengan TIA Portal – satu unit

  Cukup sekian yang bisa saya ulas pada tutorial kali ini. Semoga bermanfaat. Terimakasih untuk kalian yang sudah mampir ke blog kami. Semoga selalu sehat dan bisa semakin mahir bikin program diagram ladder PLCnya.

Read More

Minggu, 02 Agustus 2020

Pengaplikasian Konsep Nyata Sistem Kontrol Pada Kehidupan Sehari-hari beserta Contoh dan blok diagramnya Lengkap!

    Selamat datang di blog SITROTIS (Sistem Kontrol Otomatis). Sebelumnya selamat hari raya idul adha untuk kalian yang merayakan. Pada kesempatan yang bagus ini penulis ingin menyampaikan sesuatu yang bermanfaat. reshared tugas kakak tingkat yang nyata ini. Apa itu? Jadi penulis ingin melengkapi pembahasan yang pernah saya bahas tentang Teori Sistem Kontrol Otomatis, Sistem Kendali Loop Terbuka dan Tertutup, dan dari yang manual sampai yang otomatis. Tapi semua hanya gambaran semu karena teori. Disini penulis akan mengulas contoh nyata sistem kontrol otomatis dalam kehidupan sehari - hari.

Gambar 1. Gambaran Contoh Sistem Kendali Pada Tangki
(Sumber: ikkholis27)

   Dalam kehidupan sehari-hari peralatan rumah tanpa di sadari ternyata berasal dari pengembangan teknik kontrol. Di bawah ini merupakan contoh dari peng-applikasian dari sistem kontol di kehidupan sehari-hari.

1. Sistem Kontrol Pada Toren Air




  • Controlled variable : Level Air
  • Reference value : Initial setting of sinker
  • Comparison element : sinker
  • Error signal : different settings
  • Control unit : sinker
  • Correction unit : switch
  • Process : water level in tank
  • Mesuring device : sinker

Mekanisme :
    Ketika air mencapai setengah dari level low (pemberat yang bawah) maka dua pemberat (sinker) akan menggantung dimana total beratnya akan mampu menarik switch yang ada pada switch body di bagian atas. Switch yang tertarik pemberat bikin kontak relay menjadi nutup dan arus listrik akan mengalir melalui kabel ke mesin pompa air yang kemudian mulai dan mengisi air ke dalam toren hingga mencapai high level.
    Ketika air hampir ke high level, maka pemberat bagian bawah itu akan ngambang dan saat level air mencapai setengah dari pemberat bagian atas, level switch akan kembali ke kondisi awal (dengan bantuan pegas yang berada di dalam switch body) sehingga kontak relay jadi open dan arus listrik terputus sehingga mesin pompa air stop otomatis.
    Batas toren pada level high dan level low ini dapat diatur sesuai kemauan, dengan mengatur ketinggian pada dua oemberat. Hanya dengan mengatur panjang talinya lalu kemudian dikencangkan kembali ikatannya.

2. Sistem Kontrol Smoke Detector


 


  •  Controlled variable : Alarm
  •  Reference value : Awal Setting Photo-cell
  •  Comparison element : Light Source + Lens
  •  Process : Light reflected by smoke particle
  •  Mesuring device : Photo-cell
  •  Error signal : different setting
  •  Control unit : Photo-cell
  •  Correction unit : Receiver Lens

Mekanisme:

     Ketika Smoke detector dalam kondisi aktif, Light source akan menyala dan sinarnya akan diterima hingga Light Catcher. Lalu saat ada asap di ruangan tersebut dan asapnya masuk ke smoke detector, partikel dari asap tersebut akan memantulkan sebagian cahaya dari light source sehingga ada cahaya yang menuju ke photo-cell. Jika photo-cell menerima cahaya yang cukup sesuai dengan setting yang ditentukan maka alarm akan berbunyi.

3. Sistem Kontrol Pada Pintu Otomatis

 



     Pintu geser otomatis umumnya menggunakan sensor PIR (Passive Infra Red) yang mendeteksi panas tubuh. Pintu geser otomatis dengan sensor PIR adalah suatu piranti yang bisa menangkap kehadiran manusia atau objek hidup lainnya melalui temperatur tubuh yang dihasilkan. Pintu geser ini akan proses open secara otomatis saat ada objek hidup yang mendekat dan akan melakukan proses close setelah objek itu menjauh atau ketika tidak ada objek yang mendekatinya.

Cara Kerja:

    Saat manusia berada di posisi depan sensor PIR dalam keadaan diam, maka sensor PIR akan menghitung panjang gelombang yang didapat oleh tubuh manusia. Panjang gelombang yang konstan ini menyebabkan energi panas yang dihasilkan digambarkan hampir sama dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Ketika manusia itu bergerak, maka tubuhnya akan mendatangkan pancaran sinar inframerah pasif dengan panjang gelombang yang beragam sehingga menghasilkan panas yang tidak sama. Panas yang dihasilkan ini akan dideteksi sensor Pyroelectric dan diubah dalam bentuk arus yang berbeda-beda.
      Arus yang sudah diperoleh akan diteruskan menuju ADC (Analog to Digital Converter) setelah itu, dilanjutkan ke microcontroller. Microcontroller mengolah sinyal dari ADC kemudian menentukan aksi yang harus dikerjakan, yaitu membuka atau menutup pintu. Hasil ini dikirimkan dalam bentuk sinyal digital selanjutnya harus diubah oleh DAC (Digital to Analog Converter) supaya bisa dipahami sistem aktuator.

     Pada sistem pintu geser otomatis ini dipakaikan motor DC sebagai aktuator untuk mengaktifkan  pintu supaya bergeser. Tegangan yang dihasilkan DAC umumnya hanya 0 sampai 5 Volt sehingga diperlukan catu daya tambahan sebesar 12 VDC untuk dapat menggerakan motor DC.
Di bawah ini merupakan blok diagran proses kerja pintu geser:



Sistem Kontrol:

    Pintu Geser Otomatis menggunakan sensor infra merah ini terdiri atas beberapa komponen yaitu :
1. Rangkaian Sensor
   Berfungsi sebagai indikator ada atau tidak adanya objek yang dideteksi. Rangkaian sensor tersebut terdiri atas: Fresnel Lens, IR Filter, Pyroelectric sensor, amplifier, dan comparator.


2. Microcontroller
    Berisi program aplikasi yang berfungsi untuk mengendalikan kinerja keseluruhan sistem.
3. Rangkaian Driver Motor
   Berfungsi sebagai pengendali polaritas motor DC (sehingga motor dapat digerakkan dengan dua arah untuk membuka dan menutup pintu).
4. Rangkaian Power Supply
   Berfungsi untuk mengubah arus 220 VAC menjadi tegangan 5 Volt DC yang digunakan sebagai sumber tegangan pada rangkaian sistem kontroler dan sistem sensor serta tegangan 12Volt DC pada rangkaian sistem aktuator/motor.
5. ADC (Analog to Digital Converter)
  Berfungsi supaya sinyal masukkan bisa diolah oleh microcontroller dan DAC (Digital to Analog Converter) supaya sinyal keluaran microcontroller bisa dipahami oleh sistem aktuator.

4. Shell and Tube Heat Exchanger 

 




Mekanisme Kerja :

     Shell and Tube Heat Exchanger pada prakteknya digunakan untuk suatu proses misal pembuatan biodiesel yang melibatkan pemanasan air pada toleransi temperatur yang ketat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka digunakanlah uap (biasanya dalam keadaan superheated) untuk memberikan kalor pada air yang menuju ke reaktor. Peran closed loop system disini adalah menjaga agar temperatur air yang dipanaskan tetap konstan pada temperatur tertentu misal 65 ± 1 oC. Caranya adalah dengan mengatur flowrate dari uap yang melalui mekanisme negative feedback yang diberikan oleh sinyal hasil pengukuran sensor temperatur RTD (Resistive Temperature Dependance).
     Apabila suhu air yang dipanaskan lebih besar dari suhu referensinya, maka kecepatan aliran uap akan dikurangi dengan dikirimkannya sinyal untuk menutup katup. Sedangkan apabila suhu air yang dipanaskan lebih kecil dari yang dimau, maka sinyal akan dikirimkan oleh RTD untuk proses open katup sehingga flowrate uap membesar. Dengan demikian meskipun ada gangguan (disturbance) pada elemen Plant yang menyebabkan proses pemanasan tidak berlangsung dengan sempurna, hasil dari pemanasan ini dapat diperbaiki secara otomatis dalam jangka waktu yang relatif singkat untuk memenuhi target temperatur air yang diinginkan.
Read More

Sabtu, 01 Desember 2018

Ringkasan Dasar - Dasar Sistem Kontrol atau Sistem Kendali Loop Terbuka, Loop Tertutup, Manual dan Otomatis

     Selamat datang di Blog SITROTIS (Sistem Kendali Otomatis) blog yang berisi tentang dunia teknik kontrol otomatis yang akan menambah pengetahuan kalian. Pada pembahasan yang kedua ini penulis akan membahas tentang Prinsip Dasar Kontrol Otomatis. Untuk Informasi lebih lanjut silahkan baca artikel dibawah ini.

Gambar umpan balik
(Sumber: agusbudiana1) 

Read More